Tren Teknologi Tahun 2007

Tren Teknologi Tahun 2007

Organisasi-organisasi terus berinvestasi dalam teknologi dan akan terjadi sebuah perpindahan tetap dalam manajemen. Pengguna-pengguna TI terus mengawasi ROI dan TCO dari investasi-investasi TI mereka. Tren 2006 akan berlanjut ke 2007.Bertumbuhnya edukasi TI, pengembangan produk, ERP, CRM, HCM, layanan-layanan software atau bahkan integrasi usaha, semuanya adalah hasil dari evolusi TI dan penggunaannya untuk membangun usaha di seluruh dunia. Indonesia adalah sebuah pelanggan TI yang signifikan di wilayah ini.

Dalam sebuah pasar berkembang seperti Indonesia, konsolidasi menjadi semakin penting dan banyak organisasi TI bergerak menuju konsolidasi usaha. Dengan merger dan akuisisi-akuisisi, menjadi penting bagi perusahaan untuk memastikan integrasi yang mulus dari penggabungan aset-aset keuangan, sistem-sistem dan proses-proses, manusia, teknologi, IPR, produk-produk dan layanan-layanan dari hasil merger ini. Agar hal ini bisa berjalan lancar, organisasi harus mengadopsi sebuah pendekatan service-oriented architecture (SOA).

Seiring dengan persiapan perusahaan Indonesia untuk menghadapi persaingan keras dari perusahaan-perusahaan besar internasional dan dengan komoditas TI dan pengembangan teknologi baru, semakin banyak organisasi telah mulai dengan serius mengeksplorasi penggunaan TI inovatif untuk membantu mereka berkembang. Tahun 2007 ini akan ditandai dengan munculnya dan menjadi dewasanya alat-alat khusus TI seperti solusi software sebagai sebuah layanan, komputasi grid, business intelligence, CRM, dan HCM. Tidak hanya organisasi-organisasi besar yang akan mengadopsi teknologi-teknologi baru ini, bahkan UKM di Indonesia akan memintanya. Peningkatan baru ini bisa diatribusikan ke peningkatan lingkungan usaha yang bersaing dan juga garis batas yang ketat diatur oleh pembuat kebijakan dalam memastikan good governance.

Hasilnya adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan kepatuhan, transparansi, dan pembobolan keamanan informasi pun menjadi titik-titik perhatian. Karena semakin banyak perusahaan Indonesia berpartisipasi sebagai penyedia, kontraktor atau pelanggan-pelanggan dalam ekosistem perdagangan global, pengertian akan penggunaan norma-norma kepatuhan global menjadi penting bagi perusahaan-perusahaan.

Saat ini, tanpa melihat di mana perusahaan tersebut berada, jika melakukan usaha dalam skala global, yang sekarang banyak dilakukan perusahaan Indonesia, mereka perlu dimengerti praktik-praktik terbaik dan ukuran kepatuhan yang diadopsi oleh perusahaan di berbagai tempat. Menjadi semakin penting bagi mereka untuk mampu melakukan usaha dengan perusahaan-perusahaan lain di seluruh dunia secara mulus dan bertanggung jawab.

Perkiraan-perkiraan Tren di Tahun 2007
1. SOA dan standar-standar terbuka akan menjadi sebuah feature penting dalam investasi infrastruktur TI yang semakin besar
Sebagaimana perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik dipaksa untuk lebih cepat menjawab tantangan-tantangan persaingan dan pelanggan yang semakin besar, banyak dari mereka akan mencoba menggunakan sebuah Service-Oriented architecture (SOA) sebagai sebuah pembeda usahanya. Dengan SOA, organisasi-organisasi akan memiliki sebuah infrastruktur yang fleksibel dan bisa diadaptasi, yang akan membuat mereka untuk menjadi lebih luwes sekaligus di saat yang sama mengurangi biaya pengaturan lingkungan-lingkungan TI mereka.

2. Organisasi-organisasi akan terus mencari cara untuk mengurangi biaya TI
Organisasi-organisasi dalam berbagai ukuran akan terus mencari cara untuk mengurangi biaya infrastruktur TI usaha mereka. Komputasi grid dengan real application clusters dan sebuah teknologi dan software aplikasi terintegrasi dengan fungsi-fungsi yang spesifik dengan industri dan proses usaha yang bisa beradaptasi akan secara dramatis membantu mengurangi biaya implementasi dan manajemen software.

3. Peningkatan fokus pada Business Intelligence
Business Intelligence (BI) akan terus menjadi sebuah prioritas teknologi bagi CIO-CIO. Sebuah survei Gartner yang dilakukan di awal tahun 2006 dengan sekitar 1.400 CIO menempatkan BI sebagai prioritas teknologi nomor satu.
Sejarahnya, BI selalu “dianaktirikan” dan hanya digunakan untuk analisis yang melihat ke belakang seperti aplikasi-aplikasi pelaporan dan tipe query. Gelombang BI selanjutnya akan digunakan lebih luas dalam organisasi-organisasi dan enterprise mereka untuk menyediakan informasi analisis real time strategis bagi pembuatan keputusan usaha.
Perusahaan akan mendapatkan pemandangan-pemandangan usaha yang lebih lengkap dan tepat waktu dan juga mendorong aksi dan proses yang lebih efektif, melalui kombinasi database dan aplikasi-aplikasi analisis dan juga memasukkan alat-alat BI dalam proses-proses usaha. Organisasi terkemuka di wilayah ini menggunakan alat-alat BI dan aplikasi data warehousing.
Oracle adalah vendor paltform BI stand-alone dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik, tidak termasuk Jepang. Menurut sebuah laporan Gartner 15 Januari 2007 baru-baru ini, Oracle mencatat pertumbuhan pendapatan 64,8% di pasar BI stand-alone di Asia Pasifik di tahun 2005, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pasar rata-rata dalam pasar platform BI stand alone adalah 12,1%.

4. Peningkatan penerimaan dan permintaan untuk software sebagai sebuah layanan
Software sebagai sebuah layanan adalah istilah yang menjelaskan generasi berikutnya dari penghantaran, implementasi dan manajemen software. Semakin banyak organisasi di Asia Pasifik menemukan nilai software sebagai sebuah layanan. Organisasi-organisasi ingin orang-orang TI mereka berfokus dalam aktivitas yang memiliki return on investment (ROI) yang bisa diperlihatkan. Dengan melakukan outsourcing elemen-elemen kunci dari operasi TI mereka ke sebuah penyedia layanan yang sudah berpengalaman, usaha-usaha mencapai efisiensi yang lebih besar, mengurangi pengeluaran-pengeluaran TI ke sebuah biaya bulanan yang bisa diperkirakan dan meningkatkan kehandalan, skalabilitas, dan keamanan sistem TI mereka.
Solusi-solusi yang di-host (software sebagai sebuah layanan atau software as a service) telah mendapatkan banyak perhatian di tahun 2006 sebagai salah satu teknologi yang menjanjikan fleksibilitas dengan set-up yang lebih cepat dan biaya implementasi yang lebih rendah, sementara solusi on-premise terus menjadi sebuah pilihan deployment yang penting. Berkembangnya solusi-solusi yang di-host memberikan opsi bagi pelanggan-pelanggan untuk memilih dari kombinasi-kombinasi hybrid dari kedua solusi di-host (SaaS) dan on-premise untuk memenuhi kebutuhan usaha yang spesifik.

 

ARTIKEL 2

 

Bagaimana Tren Malware Saat ini?

Serangan malware mengalami perubahan dalam gaya, motivasi, dan sasaran. Masa dari perjangkitan malware secara global pun dianggap telah berakhir. Serangan malware dewasa ini berusaha untuk tak terdeteksi dan kini sering mengincar para pengguna dalam wilayah yang spesifik, negara atau grup.

Serangan-serangan baru ini sering kali terjadi di luar campuran serangan dan sifat dari malware yang sebelumnya. Serangan ini menggunakan kombinasi malware. Setiap serangan memiliki peran dalam mengantar muatan ancaman. Menggunakan web, fasilitas update aplikasi, dan penambal celah dalam melancarkan serangan seperti serangan internal yang melaporkan pencurian kembali informasi dari para penyusup dengan tujuan akhir ternyata bertujuan mencari keuntungan finansial.

Pada semester pertama di tahun 2007, TrendLabs mendeteksi beberapa contoh perubahan landscape ancaman, termasuk yang terjadi pada awal tahun dan ancaman Italian Job yang baru Juni lalu terjadi. Untuk menyediakan analisis yang komperhensif dan dapat dipercaya, TrendLabs menyatakan, pihaknya sedang menguji metode baru untuk analisis dan memahami evolusi landscape ancaman. Berdasarkan laporan seputar ancaman di semester I 2007 dan prediksi tren ancaman di semester II 2007 dari TrendLabs, terdapat trik untuk menguji ancaman-ancaman.

Pertama, infrastructure vulnerabilities, di mana ancaman-ancaman berasal dari kelemahan keamanan pada aplikasi-aplikasi, arsitektur jaringan, atau sistem operasi. Kedua, ancaman-ancaman yang berdampak tinggi yaitu ancaman-ancaman yang memiliki kapasitas tinggi dan menyebabkan kerusakan dalam skala lokal. Contoh dari ancaman ini termasuk perjangkitan global dan serangan tertarget. Ketiga, ancaman yang berbasis konten, di mana ancaman yang dikirim ke calon korban menjadi bagian dari konten, contohnya phishing atau spam. Keempat ancaman berbasis proses, di mana ancaman-ancaman yang berbentuk aplikasi yang dapat dieksekusi ada di dalam komputer korban. Contoh dari ancaman tersebut adalah malware, spyware dan adware. Kelima, ancaman tersebar, yaitu ancaman-ancaman seperti bots, di mana korban dari ancaman ini digunakan untuk menjangkiti korban lainnya.

Hasil temuan yang paling mengganggu dalam laporan ini adalah pertumbuhan yang terus berlangsung dari penggunaan bots dan botsnet untuk menyebarkan spam dan malware. Hal ini kemudian memunculkan kejahatan cyber.

Botnets tetap menjadi alat ampuh yang dimiliki pembuat malware dalam aktivitas kejahatan cyber. Ke depannya diprediksikan ancaman-ancaman web ini akan terus mengganggu pengalaman online dari para pengguna di seluruh penjuru dunia selama penyebaran kode berbahaya tetap menjadi sumber keuntungan bagi para pembuat malware.

Tinggalkan Balasan